Informasi terbaru seputar Kegiatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bangka Belitung

Semua Berita

Menampilkan 9 Berita
BPBD Bangka Belitung waspadai karhutla di 14 titik panas
6 Jul 2026
Pencegahan dan Kesiapsiagaan

BPBD Bangka Belitung waspadai karhutla di 14 titik panas

Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 14 titik panas, sebagai langkah mengantisipasi bencana karhutla selama musim kemarau ekstrim dampak perubahan iklim el nino godzilla di daerah itu."Kami bersama tim reaksi cepat dan masyarakat peduli api berpatroli memantau desa-desa yang terdeteksi titik panas untuk mencegah karhutla ini," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Sandy Aji di Pangkalpinang, Senin.Ia mengatakan berdasarkan data BMKG Provinsi Kepulauan Babel pada Senin (6/7/2026) terdeteksi 14 titik panas tersebar di Kabupaten Bangka lima titik panas tersebar di Kecamatan Mendo Barat dan Riau Silip, Bangka Tengah dua titik tersebar di Kecamatan Lubuk Besar dan Namang.Selain itu, titik panas di Kabupaten Belitung empat titik panas tersebar di Kecamatan Membalong dan Sijuk, Belitung Timur tiga titik panas tersebar di Kecamatan Kelapa Kampit dan Manggar."Titik panas hari ini mencapai 14 titik atau meningkat dibandingkan hari sebelumnya 12 titik panas, karena kondisi cuaca panas yang terik dampak fenomena alam el nino godzilla," ujarnya.Ia memperkirakan kemunculan titik panas ini akan terus bertambah hingga puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada September 2026 yang lebih kering dan panas dibandingkan kemarau tahun sebelumnya."Fenomena el nino selama musim kemarau ini mengakibatkan suhu udara meningkat rata-rata naik satu hingga tiga derajat Celcius, yang mempercepat pengeringan biomassa di kawasan hutan dan perkebunan," katanya.Kepala BMKG Kepulauan Babel Eko Sulistyo Nugroho menyebutkan musim kemarau tahun ini lebih panjang dan kering karena curah hujan rendah dampak fenomena alam el nino godzilla di daerah ini."Kami memperkirakan puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada September dengan kondisi hujan bersifat di bawah normal, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan sangat tinggi," katanya.

Tegakkan Kedisiplinan dan Etika, Kalaks BPBD Babel Evaluasi Program Kerja Sekaligus Berikan Apresiasi Pegawai Berprestasi
4 Jul 2026
Umum

Tegakkan Kedisiplinan dan Etika, Kalaks BPBD Babel Evaluasi Program Kerja Sekaligus Berikan Apresiasi Pegawai Berprestasi

PANGKALPINANG (1 Juli 2026) – Bertempat di halaman Gedung Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memimpin langsung jalannya Briefing Morning Bulanan. Kegiatan rutin di awal bulan Juli yang cerah ini diikuti oleh seluruh elemen pegawai, mulai dari petugas kebersihan, staf, hingga jajaran eselon 3. Briefing morning bulanan ini diselenggarakan sebagai momentum krusial untuk mengevaluasi kinerja kolektif, sekaligus meninjau capaian-capaian yang telah diraih instansi, salah satunya adalah partisipasi BPBD dalam Lomba Kebersihan Perangkat Daerah (OPD) di tingkat Provinsi.Upaya Nyata Kalak BPBD dalam Evaluasi Program StrategisDalam amanatnya, Kepala Pelaksana BPBD, Budi Utama, menunjukkan komitmen nyata dalam mengawal efektivitas program kerja organisasi. Beliau memaparkan hasil evaluasi komprehensif terhadap sejumlah program strategis yang telah berjalan, di antaranya:• Gerakan Mitigasi Dini (Gemini): Sebuah langkah preventif yang diintegrasikan ke dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).• Penyusunan Dokumen Rencana Kontinjensi: Dokumen krusial penunjang kesiapsiagaan daerah terhadap potensi bencana.• Optimalisasi Web Pusdalops: Sistem digital terintegrasi yang menghubungkan jaringan BPBD di 7 Kabupaten/Kota demi percepatan arus informasi.* Gemilang ( gerakan mitigasi lahan pangan) yang akan menjadi program pendukung swasembada pangan di tingkat provinsi.Penegasan Etika, Kedisiplinan, dan Sinergisitas KerjaLebih lanjut, Budi Utama memberikan arahan tegas mengenai fundamental profesionalisme aparatur. Mengingat karakteristik tugas BPBD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam penanggulangan bencana, beliau menekankan bahwa adab dan etika wajib dikedepankan dalam berorganisasi. Kedisiplinan diposisikan sebagai indikator utama kualitas kerja, yang harus dibarengi dengan ketelitian tinggi dalam menyelesaikan seluruh aspek administrasi sesuai prosedur baku.Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga koordinasi lintas sektor agar setiap bidang mampu bersinergi secara optimal.“Apabila ada kendala atau masalah di lapangan, laporkan pada saya atau pada bidang yang menanganinya. Jangan diam dan diabaikan, karena kita tidak tau kebutuhan di lapangan. Perlu komunikasi dan koordinasi yang baik agar semua berjalan maksimal,” tegas Budi Utama.Penghargaan Pegawai Berprestasi Bulan Juni 2026Sebagai bentuk penguatan motivasi internal, momentum Briefing Morning bulanan ini juga diisi dengan penyerahan apresiasi kepada para pegawai yang menunjukkan performa terbaik sepanjang bulan Juni 2026. Para penerima penghargaan tersebut adalah:1. Kategori ASN: Julia Delapan Tiga, S.K.M.2. Kategori P3K Penuh Waktu: Mursalin, S.Sos.3. Kategori P3K Paruh Waktu: Aprilia Rachmadani, A.M.K.4. Kategori Regu TRC Terbaik: Regu Tiga, dengan Komandan Regu Riko Aditya.• Mursalin, S.Sos.: Mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diterimanya, Mursalin menyatakan bahwa apresiasi ini merupakan sebuah tanggung jawab baru di lingkungan kerja yang dinamis, sekaligus menjadi momentumn untuk mengajak seluruh rekan sejawat agar terus bekerja dengan hati, jujur, profesional, serta senantiasa memprioritaskan kedisiplinan dan keselamatan kerja.• Aprilia Rahmadani, A.M.K. : Menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan sebagai P3K Paruh Waktu Terbaik, Aprilia menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah amanah baru yang diharapkan dapat memotivasi dirinya untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depanMelalui pelaksanaan evaluasi berkala dan pemberian apresiasi ini, terselip harapan besar agar seluruh keluarga besar BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat terus memacu kualitas diri, meningkatkan performa tata kelola administrasi, serta mempererat soliditas internal. Semoga ke depan, instansi ini semakin andal, responsif, dan profesional dalam mengemban misi kemainan, demi kemajuan bersama serta keselamatan masyarakat.Salam Tangkas, Tanggap, Tangguh, Berdaya!

Wujudkan Masyarakat Pesisir Tangguh dan Berdaya, BPBD Babel Gencarkan Edukasi Keselamatan dan Pemberdayaan Ekonomi Nelayan
29 Jun 2026
Pencegahan dan Kesiapsiagaan

Wujudkan Masyarakat Pesisir Tangguh dan Berdaya, BPBD Babel Gencarkan Edukasi Keselamatan dan Pemberdayaan Ekonomi Nelayan

BANGKA, 25 Juni 2026 — Guna membangun kesiapsiagaan terhadap potensi bencana sekaligus menguatkan kemandirian ekonomi di wilayah pesisir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar aksi nyata melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Melalui kegiatan ini, BPBD Babel mengimplementasikan sebuah gerakan mitigasi dini atau "Gemini" sebagai langkah strategis dalam menyebarluaskan pemahaman kebencanaan secara preventif kepada masyarakat luas. Mengusung tema “Melalui Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi, Kita Wujudkan Masyarakat Pesisir yang Tangguh Bencana Menuju Babel Berdaya”, kegiatan strategis ini dipusatkan di Pantai Rebo, Desa Rebo, Kecamatan Sungai Liat, Kabupaten Bangka.Kegiatan yang berlangsung intensif ini menyasar langsung Kelompok Nelayan Desa Rebo dan sekitarnya sebagai pilar utama penggerak kawasan pesisir. Langkah proaktif ini dipicu oleh atensi langsung Gubernur Babel, Bapak Dr. (H.C.) Hidayat Arsani,S.E. yang berkaca pada maraknya kasus kecelakaan nelayan di laut sepanjang tahun 2025. Ini menandai momentum perdana bagi BPBD Babel dalam menyisir kelompok nelayan secara langsung sebelum nantinya dilanjutkan ke sektor pendidikan.Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, S.ST.P., M.Si., memimpin langsung jalannya pengarahan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam orasi edukasinya, Budi Utama menekankan bahwa ketangguhan sebuah wilayah harus dibangun secara struktural dan masif melalui penguatan tiga pilar utama: Desa Tangguh Bencana (Destana), Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana), dan Keluarga Tangguh Bencana (Katana).Lebih dari sekadar kesiapsiagaan fisik, Budi Utama membawa perspektif baru dalam penanggulangan dampak bencana dari hulu, yakni melalui pemberdayaan ekonomi dan revolusi mentalitas masyarakat pesisir. Beliau mendorong para nelayan untuk mengadopsi mentalitas yang kaya, kompak, dan berdaya secara ekonomi."Nelayan didorong untuk memaksimalkan fungsi Koperasi Nelayan Merah Putih serta menyukseskan program Kampung Nelayan. Manajemen kerja juga harus tertata, termasuk pentingnya membagi tugas kelompok secara terstruktur dan melibatkan ibu-ibu nelayan ke dalam ekosistem ekonomi pesisir," ujar Budi Utama dalam arahannya.Sebagai langkah konkret perlindungan sosial-ekonomi, Budi Utama memastikan bahwa jaminan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat pesisir tidak akan membebankan penalti atau tunggakan bagi nelayan yang terlambat membayar. Dari sisi kemandirian fiskal desa, beliau juga mengimbau pengoptimalan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk memfasilitasi pembuatan perahu kelompok nelayan lokal, alih-alih mengandalkan bantuan instan semata. Untuk aspek keselamatan di laut, nelayan diwajibkan menyimpan nomor Call Center darurat BASARNAS, BPBD Provinsi, dan BPBD Kabupaten pada ponsel masing-masing.Upaya edukasi ini diperkuat oleh pemaparan materi komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kebijakan Legislatif oleh Anggota Komisi IV DPRD Prov. Babel (Maryam, S.H., M.H.), Sosialisasi Berlayar oleh perwakilan Basarnas Pangkalpinang (Imam). Tak lupa setelah penyampaian materi dilanjutkan sesi diskusi interaktif menjadi ruang dialogis yang produktif antara pemerintah dan warga. Beberapa poin penting yang berhasil dihimpun dan direspons meliputi: "Alur Bantuan dan Infrastruktur" Menanggapi pertanyaan Bapak Muryadi (Kelompok Nelayan Berkas Samudra) terkait kepastian bantuan penyuluh, serta keluhan Bapak M. Ridwan mengenai pendangkalan alur perahu (bulur) di Tanjung Ratu, Ibu Maryam menyarankan koordinasi intensif dengan dinas terkait di tingkat Kabupaten guna penganggaran dan solusi jangka panjangUsulan Bapak Sudaryanto terkait pengadaan Keramba Apung saat musim barat ditampung sebagai masukan anggaran Dinas Kelautan dan Perikanan. Sementara perihal kerusakan bagan akibat cuaca ekstrem yang ditanyakan warga, Bapak Harun selaku perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan berkomitmen segera menyampaikannya ke dinas terkait dan petugas penyuluh. Merespons tingginya antusiasme warga pesisir untuk memahami mitigasi bencana, Budi Utama menyarankan kelompok nelayan segera mengajukan surat permohonan resmi agar BPBD Provinsi atau Kabupaten dapat menjadwalkan pelatihan khusus.Pengukuhan Komitmen Keselamatan PesisirSebagai bentuk legitimasi struktural, acara ini juga meresmikan Pengukuhan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) yang diwakili oleh anggota Kelompok Nelayan Desa Rebo (Alan, M. Ridwan, dan Mita Kasim) oleh Kalaksa BPBD Prov. Babel bersama jajaran DPRD dan BPBD Kabupaten Bangka.Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan pembagian Life Jacket (jaket pelampung) secara simbolis kepada para nelayan sebagai komitmen mutlak atas keselamatan kerja di laut. Seluruh peserta yang hadir juga dianugerahi sertifikat penghargaan dari BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atas partisipasi aktif mereka.Kegiatan di Pantai Rebo ini diproyeksikan sebagai program percontohan (pilot project) berkelanjutan yang diharapkan segera memiliki legalitas hukum dan akta yang kuat. Melalui integrasi edukasi bencana dan penguatan ekonomi ini, BPBD Babel optimis mampu mencetak generasi nelayan yang tidak hanya tanggap menghadapi anomali alam, tetapi juga mandiri secara finansial demi mewujudkan Bangka Belitung yang Berdaya dan Tangguh Menghadapi Bencana.

Inovasi GEMINI BPBD Babel , Langkah Strategis Provinsi Bangka Belitung Kokohkan Mitigasi dan Ketahanan Masyarakat Pesisir
27 Jun 2026
Pencegahan dan Kesiapsiagaan

Inovasi GEMINI BPBD Babel , Langkah Strategis Provinsi Bangka Belitung Kokohkan Mitigasi dan Ketahanan Masyarakat Pesisir

BANGKA (24/06/2026) — Berkomitmen kuat dalam mengejawantahkan visi perlindungan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menginisiasi langkah progresif lewat peluncuran program GEMINI (Gerakan Mitigasi Dini). Langkah taktis ini diwujudkan melalui agenda Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kebencanaan yang menyasar langsung kelompok nelayan tradisional di kawasan pesisir Kabupaten Bangka.Program Kerja yang diinisiasi oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Bapak Dr. (Hc) Hidayat Arsani,.S.E. pada akhir Juni 2026 ini merefleksikan respons cepat sekaligus loyalitas tinggi jajaran pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi musibah laut, merefleksikan evaluasi mendalam atas dinamika kejadian pada tahun 2025 lalu. Kegiatan strategis ini mendapatkan dukungan penuh dari Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Sinergi Lintas Sektor dan Edukasi KomprehensifPada kesempatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, S.STP., M.Si ., membuka secara resmi sekaligus memaparkan materi fundamental mengenai Peran BPBD dalam Penanggulangan Bencana di Kabupaten/Kota. Dengan penuh semangat, Budi Utama menguraikan urgensi penguatan tiga pilar ketahanan bencana, yaitu:• Destana (Desa Tangguh Bencana)• Kencana (Kecamatan Tangguh Bencana)• Katana (Keluarga Tangguh Bencana)Gerakan Mitigasi Dini atau GEMINI, ini khusus kami laksanakan ke pesisir nelayan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk Kabupaten Bangka salah satu titik fokusnya adalah wilayah Kelurahan jelitik dimana sebagian masyarakatnya adalah nelayan pesisir yang belum teredukasi terkait penanggualangan bencana khususnya saat terjadi bencana melaut seperti angin puting beliung dan lainnya,Implementasi teoretis tersebut diperkaya oleh pemaparan dari narasumber kompeten lainnya:• Agam Dliya Ul-Haq (Komisi IV DPRD Prov. Babel): Mengulas Kebijakan Legislatif Dalam Penanggulangan Bencana.• Heryadi (Kalaksa BPBD Kabupaten Bangka): Membedah teknis Penanggulangan Bencana di tingkat daerah.• Heruwiansya, S.Sos. (Staf PK BPBD Prov. Babel): Menjabarkan formulasi Ketahanan Masyarakat Pesisir.Pengukuhan Kencana dan Respons Aspirasi MasyarakatSebagai bentuk legitimasi penguatan struktur mitigasi di tingkat tapak, dilakukan Pengukuhan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana). Prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh Budi Utama, S.STP., M.Si., didampingi oleh Agam Dliya Ul-Haq dan Heryadi. Adapun representasi kelompok nelayan yang secara resmi dikukuhkan dalam prosesi ini adalah bapak Yanto, ibu Nyimas dan Ibu Lianawati yang merupakan masyarakat nelayan pesisir Rebo.Khidmatnya acara juga diwarnai dengan ruang dialog interaktif yang akomodatif. Menjawab keraguan Ibu Rosdiana mengenai reaktivasi BPJS Ketenagakerjaan yang sempat nonaktif, Budi Utama dengan sigap memberikan solusi mutakhir bahwa proses tersebut kini jauh lebih praktis karena telah mengadopsi sistem digital berbasis aplikasi smartphone. Sementara itu, legislator Agam Dliya Ul-Haq secara solutif merespons kegelisahan Ibu Lianati terkait jaminan biaya pendidikan bagi anak yatim melalui program bantuan pemerintah hingga jenjang sarjana. Ia juga memberikan atensi terhadap usulan Bapak Yanto mengenai pengadaan bantuan mesin tempel yang dapat diajukan secara kolektif melalui mekanisme kelurahan.Manifestasi Keselamatan dan Keberlanjutan ProgramSebagai wujud konkret perlindungan fisik di laut, BPBD Provinsi Babel menyerahkan dan memasangkan Life Jacket secara simbolis kepada para nelayan di penghujung acara. Langkah protektif ini melambangkan komitmen bahwa aspek keselamatan merupakan prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar dalam aktivitas kemaritiman.Kegiatan edukasi pesisir yang ditutup tepat pada pukul 16.00 WIB ini diproyeksikan sebagai pilot project (kegiatan percontohan). Ke depan, program ini ditargetkan memiliki legalitas hukum serta akta yang kokoh agar penguatan kapasitas kebencanaan bagi masyarakat pesisir dapat berjalan secara berkesinambungan dan memiliki daya jangkau yang lebih luas. Sebagai bentuk rekognisi, seluruh nelayan yang berpartisipasi dibekali dengan sertifikat penghargaan resmi. Harapan kita bersama semoga dengan dilaksanakan kegaiatan ini semakin banyak masyarakat pesisir yang memahami mitigasi bencana sehingga dampak dan risiko bencana dapat ditanggulangi.Salam Tangkas,Tanggap, Tangguh ,Berdaya !!!

Gemini “ Gerakan Mitigas Dini “ BPBD Babel Perkuat Edukasi Bencana Bagi Masyarakat Pesisir Matras
24 Jun 2026
Pencegahan dan Kesiapsiagaan

Gemini “ Gerakan Mitigas Dini “ BPBD Babel Perkuat Edukasi Bencana Bagi Masyarakat Pesisir Matras

SUNGAILIAT — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan Komunikasi, Edukasi, dan Informasi (KIE) bagi masyarakat pesisir di Pantai Matras, Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan strategis ini menyasar kelompok nelayan setempat guna membangun ketahanan wilayah pesisir terhadap potensi bencana.Peran Sentral Kepala Pelaksana BPBD BabelAcara secara resmi dibuka oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, S.ST.P., M.Si.. Dalam arahannya, Budi Utama memegang peran krusial dalam mengarahkan orientasi kebijakan keselamatan masyarakat pesisir. Beliau menekankan urgensi penguatan tiga pilar ketahanan bencana, yaitu:• Desa Tangguh Bencana (Destana)• Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana)• Keluarga Tangguh Bencana (Katana)Lebih lanjut, Budi Utama secara langsung mengedukasi para nelayan mengenai pentingnya pemahaman kebencanaan dan standar keselamatan di laut, termasuk kesiapan perlengkapan keselamatan. Sebagai wujud nyata kepedulian dan komitmen BPBD, beliau memimpin pembagian life jacket secara simbolis kepada para nelayan di akhir acara.Tidak hanya itu, Kalaksa BPBD Babel juga mengukuhkan secara resmi Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) yang diwakili oleh perwakilan Kelompok Nelayan Kelurahan Matras, yaitu Basarudin, Ojahan Tumanggor, dan Marcoma, didampingi oleh Anggota Komisi IV DPRD Prov. Babel, Ir. Agung Setiawan, serta perwakilan Kalaksa BPBD Kabupaten Bangka.Sinergi Materi dan Edukasi MultisektoralEdukasi ini menghadirkan berbagai narasumber kompeten yang mengupas materi secara komprehensif:1. Kebijakan Legislatif Dalam Penanggulangan Bencana – Disampaikan oleh Ir. Agung Setiawan (Komisi IV DPRD Prov. Babel).2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) – Dipaparkan oleh Imeldarina Ginting, S.Sos, M.I.Kom (Pokja IV PKK Prov. Babel).3. Ketahanan Masyarakat Pesisir – Disampaikan oleh Heruwiansya, S.Sos (Staf PK BPBD Prov. Babel).4. Bantuan Hidup Dasar (BHD) – Dibawakan berupa simulasi praktis teknik pernapasan buatan dan kompresi dada oleh Prathama Nugraha (Staf PK BPBD Prov. Babel).Aspirasi dan Solusi InteraktifSesi diskusi interaktif menjadi ruang bagi nelayan untuk menyampaikan kendala di lapangan. Beberapa poin penting yang berhasil dihimpun meliputi:• Fasilitas Pengawasan & Sarpras: Terkait tidak berfungsinya pos pengawasan di lokasi KIE serta usulan pengadaan tempat mesin tempel dan POM Mini, Ir. Agung Setiawan memberikan solusi taktis agar kelompok nelayan segera berkoordinasi dan mengajukan permohonan resmi kepada dinas terkait, seperti Disbudpar serta Dinas Perikanan Kabupaten Bangka.• Kesehatan dan Lingkungan: Muncul komitmen bersama dari peserta untuk menggalakkan aksi rutin bersih-bersih pantai, memantau prakiraan cuaca buruk sebelum melaut, serta mengoptimalkan cek kesehatan berkala bagi para nelayan di Posyandu.Melalui kegiatan percontohan ini, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap program KIE tidak berhenti di sini, melainkan terus berlanjut hingga memiliki legalitas hukum atau akta yang kuat demi mewujudkan masyarakat pesisir yang mandiri, tanggap, dan tangguh menghadapi bencana.

Edukasi Sejak Dini, BPBD Babel Sambut Kunjungan dan Simulasi Mitigasi Bencana Sekolah Tahfidz Ulul Albab Koba
24 Jun 2026
Kedaruratan dan Logistik

Edukasi Sejak Dini, BPBD Babel Sambut Kunjungan dan Simulasi Mitigasi Bencana Sekolah Tahfidz Ulul Albab Koba

PANGKALPINANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat komitmennya dalam memperluas edukasi kebencanaan ke seluruh lapisan masyarakat. Langkah nyata ini teberwujud melalui penerimaan kunjungan edukatif sebanyak 21 santriwan-santriwati beserta 21 orang tua pendamping dari Sekolah “Tahfidz Ulul Albab” Koba, Kabupaten Bangka Tengah, tingkat TK dan SD, pada Selasa (23/6/2026).Kegiatan pembelajaran yang berpusat di Gedung Pusdalops BPBD Provinsi ini menjadi bukti konkret antusiasme masyarakat serta komitmen instansi dalam mendukung program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) sejak dini.Komitmen Kepemimpinan dan Penerimaan yang HumanisPada saat bersamaan, Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Budi Utama, S.S.T.P., M.Si., tengah menghadiri agenda kedinasan lain, yakni acara Komunikasi, Informasi, dan Edukasi di Kabupaten Bangka. Kendati demikian, dukungan penuh dan perhatian positif beliau terhadap agenda edukasi ini tetap tersampaikan secara utuh.Rombongan disambut dengan hangat oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Bapak Suryadi, S.Ag., yang bertindak mewakili Kepala Pelaksana, didampingi jajaran struktural serta Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Acara diawali dengan pengenalan sarana, prasarana, dan peralatan taktis penanggulangan bencana yang dimiliki oleh Pusdalops.Dalam sambutannya, Bapak Suryadi menyampaikan permohonan maaf sekaligus salam hangat dari Bapak Budi Utama atas ketidakhadiran beliau. Beliau mengekspresikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif kunjungan tersebut:"Kami berterima kasih sebesar-besarnya atas kunjungan ini. Kami sangat senang dapat berbagi informasi terkait penanggulangan bencana. Semoga ilmu yang diserap hari ini menjadi bekal berharga agar anak-anak kita mengetahui langkah preventif dan responsif saat terjadi bencana," ujar Suryadi.Lebih lanjut, beliau menegaskan visi strategis BPBD ke depan untuk mendorong kolaborasi yang lebih luas dengan sektor akademis, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa dan masyarakat umum, guna membangun ketahanan komunal terhadap bencana alam, non-alam, maupun sosial.Rangkaian Edukasi Interaktif dan Simulasi TaktisUntuk memastikan internalisasi materi berjalan efektif dan menarik bagi usia dini, BPBD Babel mengemas kegiatan ini melalui beberapa tahapan dinamis:• Senam Mitigasi Bencana: Seluruh peserta dipandu oleh instruktur BPBD mengikuti senam mitigasi bencana gempa bumi guna melatih kesiapan fisik dan motorik secara menyenangkan.• Visualisasi Kebencanaan: Para santri dan orang tua menyaksikan video edukasi kebencanaan yang dirancang khusus untuk mempermudah pemahaman visual.• Edukasi Penyelamatan Dasar: Materi krusial mengenai pengetahuan dasar penyelamatan korban banjir dan kondisi tenggelam dipaparkan secara komprehensif oleh Mursalin, staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD.• Simulasi Lapangan Berbasis Standardisasi: Sebagai puncak kegiatan, para siswa diarahkan menuju Kolong Spritus yang terletak tidak jauh dari kantor BPBD. Di bawah pendampingan ketat instruktur bersertifikasi dari TRC BPBD, mereka melakukan simulasi langsung penanganan situasi banjir dan teknik penyelamatan korban menggunakan speedboat.Apresiasi dan Harapan Ketangguhan Masa DepanPimpinan Sekolah Tahfidz Ulul Albab Koba, Bapak Imroni, menyampaikan rasa terima kasih dan kepuasannya atas penerimaan serta kualitas edukasi yang diberikan oleh BPBD Provinsi. Menurutnya, visualisasi dan praktik langsung ini sangat aplikatif bagi kehidupan sehari-hari.“Kami merasa sangat terbantu. Edukasi dan simulasi yang dilakukan oleh BPBD sangat bermanfaat. Kami berharap program seperti ini dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, sehingga kemampuan mitigasi mandiri dapat terbentuk dan secara langsung meringankan beban pemerintah dalam penanggulangan bencana,” ungkap Imroni.Melalui sinergi edukatif ini, diharapkan kesadaran kolektif akan pentingnya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dapat tertanam kuat sejak usia dini. Dengan demikian, risiko serta potensi kerugian akibat bencana dapat diminimalisir secara signifikan, melahirkan generasi masa depan yang senantiasa siap dan tangguh.Salam Tangkas, Tanggap, Tangguh Berdaya!

BPBD Prov. BABEL Resmi Luncurkan Pusdalops Web Penanggulangan Bencana Terintegrasi , Pendukung  Digitalisasi Menuju Satu Data Kebencanaan
11 Jun 2026
Umum

BPBD Prov. BABEL Resmi Luncurkan Pusdalops Web Penanggulangan Bencana Terintegrasi , Pendukung Digitalisasi Menuju Satu Data Kebencanaan

Pangkalpinang, 8 Juni 2026 – Dalam upaya memperkuat pilar Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang telah berjalan konsisten selama beberapa tahun terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar momentum krusial bagi resiliensi daerah. Bertempat di Gedung Pusdalops BPBD Provinsi, secara resmi dilaksanakan peluncuran (launching) Website Pusat Pengendalian Data dan Operasi (PUSDALOPS) yang dihadiri oleh perwakilan BPBD dari 7 kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Agenda strategis ini tidak hanya berfokus pada peluncuran sistem baru, melainkan juga merangkap konsolidasi KIE Tahun 2026, peresmian sistem integrasi penyatuan data berbasis web, pemaparan Standar Operasional Prosedur (SOP) penyajian data, pembekalan teknik input dan sinkronisasi data bagi operator, serta ruang diskusi terbuka guna memetakan sekaligus mengurai kendala faktual di lapangan. Langkah akseleratif ini merupakan wujud optimalisasi dan tindak lanjut konkret atas fasilitas gedung serta perlengkapan kedaruratan yang bersumber dari bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB RI).Dedikasi dan Visi Kepemimpinan: Mengikis Sekat Birokrasi DataKehadiran platform digital ini lahir dari inisiasi progresif serta komitmen penuh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, S.STP., M.Si.. Melalui loyalitas yang tinggi terhadap pembenahan manajemen bencana, beliau mengidentifikasi urgensi atas kemudahan akses data dan pentingnya menyatukan informasi penanggulangan bencana secara holistik di Bumi Serumpun Sebalai. Refleksi kepemimpinan Budi Utama bermula dari evaluasi mendalam terhadap sistem terdini. Sejak awal menakhodai lembaga ini, pengelolaan data Pusdalops dinilai belum optimal karena masih bersifat manual, luring (offline), serta belum terkoneksi antardaerah. Pola lama ini memicu hambatan birokrasi di mana operator provinsi harus menghubungi pihak kabupaten/kota terlebih dahulu demi memenuhi kebutuhan data publik. Merespons tantangan tersebut, Budi Utama bergerak taktis membangun sinergi lintas sektoral bersama Diskominfo Provinsi Babel untuk merancang website Pusdalops terintegrasi."Kami di tingkat Provinsi percaya sepenuhnya bahwa sistem ini akan dimanfaatkan secara optimal di tingkat kabupaten/kota karena telah terkoneksi langsung dan include dengan visualisasi peta," tegas Budi Utama. Beliau juga membakar semangat kolektif para peserta dengan menyatakan, "Sistem ini bukan hanya milik provinsi, melainkan milik kita bersama. Silakan akui, adopsi, dan gunakan sebaik mungkin sesuai kebutuhan taktis kita di daerah." Fungsi Strategis dan Implementasi LapanganWebsite Pusdalops ini diproyeksikan menjadi single source of truth—sumber informasi tunggal yang valid, efektif, dan efisien dalam memangkas waktu respons kebencanaan. Sistem ini memuat integrasi data riil yang mempermudah pelaporan, pemutakhiran Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), Rencana Kontinjensi (Renkon), serta dokumen strategis kebencanaan lainnya.Untuk memastikan keberlanjutan taktis di lapangan, mekanisme baru akan diterapkan: setiap regu Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bertugas wajib menempatkan satu orang personel Pusdalops. Personel tersebut mengemban peran krusial untuk memfasilitasi kebutuhan data, melakukan input informasi, serta mendokumentasikan dinamika lapangan secara seketika (real-time).Apresiasi dan Sinergi dari Kabupaten/KotaInovasi ini disambut dengan optimisme tinggi oleh jajaran BPBD di daerah:• Zainal Horizon, S.E. (Kepala Pelaksana BPBD Belitung): Menyatakan bahwa aplikasi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas kerja petugas lapangan. Kendati masih menghadapi tantangan ketersediaan admin khusus, ia berharap edukasi dalam forum ini mampu diserap baik oleh operator untuk kemudian ditularkan kepada rekan-rekan internal.• H. Syafrizal, S.E. (Kepala BPBD Bangka Barat): Mengapresiasi kemudahan pelaporan yang membantu pembaruan basis data dokumen kebencanaan daerah. Ia menitipkan harapan agar BPBD Provinsi ke depan lebih intensif melakukan pembinaan demi mengatasi kendala penyatuan domain antar-instansi di daerah agar terwujud kebijakan 'Satu Data' yang paripurna.• Rizka (Operator Website Kabupaten Belitung Timur): Menilai sistem baru ini sangat keren, sederhana, namun sarat fungsi. Pihaknya siap melakukan penyesuaian berkala seraya mengevaluasi kesesuaian sistem dengan dinamika kebutuhan riil di lapangan.Harapan Menuju Resiliensi Bangka BelitungPeluncuran website Pusdalops ini menjadi momentum kebangkitan tata kelola data bencana yang modern.dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh seluruh perwakilan BPBD 7 kab/Kota serta dukungan penuh, loyalitas tanpa batas dari tim Pusdalops, juga kolaborasi solid dari seluruh operator di 7 kabupaten/kota, sistem ini diharapkan dapat berjalan secara optimal. Melalui akurasi, kecepatan, dan keandalan informasi yang disajikan, platform ini berkomitmen memberikan kemanfaatan nyata, perlindungan preventif, dan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercinta.SALAM TANGKAS, TANGGAP, TANGGUH, BERDAYA!

Jaga Memori Organisasi, BPBD Babel Gencarkan Gerakan Menata Arsip (GEMAR) Demi Wujudkan Reformasi Birokrasi dan Kesiapsiagaan yang berkualitas
8 Jun 2026
Berita

Jaga Memori Organisasi, BPBD Babel Gencarkan Gerakan Menata Arsip (GEMAR) Demi Wujudkan Reformasi Birokrasi dan Kesiapsiagaan yang berkualitas

PANGKALPINANG (1 Juni 2026) – Tertib administrasi dan tata kelola dokumentasi yang prima merupakan fondasi utama dalam mendukung kinerja pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Menyadari krusialnya peran tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bergerak nyata dengan membentuk Tim GEMAR (Gerakan Menata Arsip). Upaya Nyata Budi Utama dan Sinergi Kuat Tim GEMARLangkah strategis ini telah diinisiasi sejak Desember 2025 di bawah komando langsung Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si.. Bagi beliau, pengelolaan kearsipan bukanlah sekadar urusan administratif biasa, melainkan sebuah kebutuhan dasar instansi yang sangat vital. "Menata arsip adalah kebutuhan dasar sebuah organisasi ataupun instansi. Saat arsip hilang, maka aset pun bisa ikut hilang. Sebaliknya, sejarah suatu bangsa dan organisasi akan tertata dengan rapi apabila didukung oleh tata kelola data serta berkas yang rapi pula," tegas Budi Utama mendasari pembentukan Tim GEMAR.Komitmen kuat dari pimpinan ini disambut dengan penuh semangat oleh seluruh jajaran BPBD Babel. Tim GEMAR diperkuat oleh kolaborasi solid para staf di setiap bidang yang bertugas secara aktif menyusun, merapikan, dan menata arsip di lingkungan kerja masing-masing. Sinergi dinamis ini dibentuk dengan tujuan besar: menjamin ketersediaan informasi, menjaga keamanan serta keutuhan arsip, meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, memenuhi kewajiban hukum, sekaligus melestarikan memori kolektif organisasi dan sejarah bangsa.Penuhi Indikator Penilaian dan Raih Apresiasi PositifPerlu diketahui bahwa penataan arsip ini juga menjadi bagian penting dari kriteria indikator Penilaian Penerapan Reformasi Birokrasi (PPRB) yang wajib dipenuhi oleh setiap instansi pemerintah. Pada poin indeks pengawasan kearsipan, terdapat 6 sub-indikator utama yang menjadi fokus pembenahan, yaitu:* Penciptaan arsip* Penggunaan arsip* Pemeliharaan arsip* Penyusutan arsip* Sumber Daya Manusia (SDM) Kearsipan* Sarana dan prasarana kearsipanUntuk mendukung totalitas kerja Tim GEMAR, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menyiapkan fasilitas penunjang yang representatif, mulai dari penyediaan rak arsip yang memadai hingga pengoptimalan fungsi record center.Kerja keras dan langkah nyata ini pun membuahkan hasil positif. Berdasarkan penilaian langsung oleh Tim Pengawasan Internal Pengelolaan Arsip Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, BPBD Babel dinilai berhasil menunjukkan peningkatan signifikan di beberapa aspek. Kemajuan tersebut terlihat jelas pada pengelolaan arsip elektronik melalui aplikasi SRIKANDI, pengelolaan arsip konvensional, serta peningkatan kualitas SDM kearsipan yang didukung penuh oleh kelengkapan sarana dan prasarana.Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Daerah, Ibu Desi Sinorita, S.Kom. "Kami sangat berterima kasih kepada Kepala Pelaksana BPBD dan Tim GEMAR atas semangat, kerja sama, serta segala upaya nyata yang telah dilakukan. Pengelolaan arsip di BPBD telah berhasil dengan baik dan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan nilai kearsipan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ungkap Ibu Desi Sinorita.Keberhasilan ini membawa harapan besar agar gerakan penataan data kebencanaan ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan. Dengan demikian, ke depan, seluruh kebutuhan data penunjang maupun informasi kebencanaan dapat diakses dengan cepat, mudah, akurat, dan konsekuen tanpa hambatan teknis. Catatan Penutup dan Pesan Semangat untuk Kemajuan Arsip BPBDKeberhasilan awal yang diraih oleh Tim GEMAR ini harus menjadi pemantik api semangat yang tidak boleh padam. Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat bersama bahwa penataan arsip bukanlah sebuah program kerja temporer, melainkan sebuah budaya kerja yang berkelanjutan dan harus terus dirawat. Kerapian administrasi hari ini adalah kunci kecepatan bertindak di masa depan.Sebab sejatinya, kesiapsiagaan bencana tidak hanya dimulai dari pergerakan di lapangan, melainkan berakar dari tertibnya administrasi dan dokumentasi yang kita kelola. Melalui gerakan menata arsip ini, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen untuk terus merawat memori kolektif, memperkuat mutu pelayanan, dan membangun fondasi organisasi yang kokoh demi mewujudkan Bangka Belitung yang tangguh, siap, dan selamat!Arsip Hilang , Aset Melayang

Akselerasi Reformasi Birokrasi: Komitmen  BPBD Babel Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Tangkas dan Akuntabel
26 Mei 2026
Umum

Akselerasi Reformasi Birokrasi: Komitmen BPBD Babel Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Tangkas dan Akuntabel

PANGKALPINANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima kunjungan penting dari Tim Penilaian Penerapan Reformasi Birokrasi di kantor BPBD Babel. Tim penilai yang hadir merupakan gabungan dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis, yaitu BKPSDM, BAKUDA, BAPPEDA, dan Biro Organisasi. Kehadiran tim ini bertujuan untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap penerapan Reformasi Birokrasi dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di lingkungan instansi tersebut.Rombongan tim penilai disambut langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Budi Utama, S.STP., M.Si.. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan evaluasi ini, sekaligus menegaskan bahwa penerapan reformasi birokrasi merupakan proses belajar dan perbaikan yang berkelanjutan. Melalui momentum ini, BPBD sangat mengharapkan pembinaan yang intensif dan konstruktif dari tim penilai agar seluruh tata kelola berjalan sesuai dengan prosedur ideal.Transformasi Berbasis Kinerja dan Kerja Nyata KepemimpinanSebagai nakhoda organisasi, Budi Utama menunjukkan komitmen dan tindakan nyata dalam mengawal agenda transformasi ini. Pencapaian nilai SAKIP sebesar 74,20 pada tahun 2025 tidak membuat organisasi berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut dijadikan fondasi kokoh oleh Budi Utama untuk menginstruksikan akselerasi perbaikan yang lebih menantang, realistis, dan berorientasi pada hasil di masa depan.Budi Utama secara tegas menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar tidak terjebak pada pemenuhan dokumen administratif semata (rule-based). Beliau menekankan bahwa Reformasi Birokrasi adalah langkah strategis untuk melakukan pembaruan mendasar pada aspek kelembagaan, ketatalaksanaan, dan penguatan sumber daya manusia guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).Sebagai wujud nyata dari penguatan infrastruktur pelayanan dan disiplin kerja, Budi Utama memaparkan bahwa BPBD telah mengoptimalkan keberadaan Command Center dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops). Fasilitas ini berfungsi sebagai wadah utama yang mengintegrasikan pengolahan data serta informasi kebencanaan secara cepat, akurat, dan responsif.12 Indikator Materi Penilaian SAKIP & Reformasi BirokrasiProses evaluasi ini mencakup 12 poin krusial yang menjadi parameter penilaian penerapan reformasi birokrasi, antara lain:1. Perencanaan Kinerja: Meliputi aspek perencanaan, pengukuran, pelaporan kinerja, serta penguatan evaluasi internal.2. Capaian Kinerja Tahunan: Menilai ketepatan waktu penyerapan anggaran, kesesuaian laporan Rencana Kerja (RENJA), dan kualitas data pada aplikasi Sihipena Sakti.3. Layanan SPBE: Mencakup optimalisasi aplikasi Srikandi, pemanfaatan aplikasi khusus, ketersediaan API, pembaruan data berkelanjutan, dan integrasi sistem via SPLP.4. Indeks Kearsipan: Menilai manajemen penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, penyusunan arsip, serta kompetensi SDM dan sarana prasarana penunjang.5. Tata Kelola Data: Mengukur kelengkapan metadata, validitas data statistik, publikasi, dan partisipasi aktif dalam kegiatan statistik sektoral.6. Pengadaan & Produk Dalam Negeri: Memastikan kepatuhan penggunaan aplikasi SIRUP, Pembelian Elektronik, E-Kontrak, serta implementasi afirmasi produk dalam negeri.7. Pengelolaan BMD: Menilai ketepatan waktu usulan rencana kebutuhan, kesesuaian laporan dengan fakta lapangan, dan pelaporan semester II tahun 2025.8. Implementasi Kinerja ASN: Evaluasi kedisiplinan dan capaian kinerja pegawai yang dinilai secara objektif berdasarkan regulasi perundang-undangan.9. Kehadiran Pegawai: Menilai tingkat kedisiplinan dan presensi pegawai secara akumulatif selama satu tahun.10. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM): Mengukur kualitas pelayanan publik melalui nilai IKM serta keandalan sistem pelaporannya.11. Inovasi Daerah: Menilai skor Innovative Government Award (IGA), kuantitas inovasi yang dilahirkan, dan partisipasi dalam kompetisi inovasi.12. Indeks BerAKHLAK: Internalisasi 7 nilai dasar ASN, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal (Setia), Adaptif, dan Kolaboratif.Apresiasi Tim Penilai: BPBD sebagai Calon Role ModelKerja keras jajaran BPBD di bawah arahan Budi Utama mendapat respons positif dari tim penilai. Jawini, S.H., anggota tim penilai dari Biro Organisasi, menyatakan bahwa secara umum BPBD telah menunjukkan kesiapan yang sangat matang dalam pemenuhan data dukung yang diperlukan."Harapan ke depan, kinerja inovatif ini tidak hanya bertumpu pada satu individu ASN saja, melainkan digerakkan secara kolektif oleh seluruh elemen organisasi. Dengan demikian, BPBD dapat menjadi percontohan (role model) bagi OPD lainnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ungkap Jawini.Senada dengan hal tersebut, Oktapranidza, S.STP. selaku Ketua Tim Penilai, memberikan apresiasi tinggi terhadap kelengkapan dokumen, kejelasan Standar Operasional Prosedur (SOP), kualitas sarana prasarana, serta capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang telah memenuhi standar pelayanan terbaik. Tim penilai mencatat ada banyak sekali inovasi yang dipersiapkan oleh BPBD dalam mengoptimalkan pelayanan publik terkait penanggulangan bencana di wilayah Bangka Belitung.Melalui penilaian dan pembinaan komprehensif ini, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung optimis dapat mewujudkan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Momentum ini diharapkan mampu mendorong BPBD tumbuh menjadi instansi yang BerAKHLAK, serta senantiasa Tangkas, Tanggap, dan Tangguh dalam melayani masyarakat sekaligus memitigasi bencana.

Kontak Darurat Bencana Daerah